Cara Hidup di Tokyo Tanpa Beasiswa (bukan tanpa uang loh ya)

Image

Akhirnya gue punya waktu untuk meng-update blog karena biasanya jam-jam luang gue di Tokyo hanya dihabiskan untuk tidur dan nonton youtube. Kalau waktu aktif ya biasanya ngelab atau kerja sambilan (nggak lupa waktu beribadah).

Foto di atas adalah foto gaji kerja sambilan gue.

Gue bekerja di sebuah restoran Indonesia di Shibuya dan jangan tanya, kerjaannya itu berat terutama buat orang Indonesia macam gue yang dari kecil kerja cuma ongkang-ongkang kaki alias ga pernah cari uang sendiri dan benar-benar banting tulang layaknya kuli. (kalau kerja nerjemahin buku dll pernah sih)

Setiap bulan, gue mengabadikan hasil jerih payah gue banting tulang yaitu foto gaji (LOL) bukan untuk pamer tapi untuk mengingatkan diri gue bahwa “nyari duit itu susah” ditambah gue hidup sendiri di Tokyo yang lebih kejam dari ibukotanya Indonesia itu.

Ya memang, gue belum dapet beasiswa sejak masuk s2 di Tokyo Tech. Karena di sini hanya anak ajaib yang dapet beasiswa FULL bahkan sampai doktor. Gue bukan anak ajaib (red: IPK mendekati 4.0 hampir sempurna, atau cumlaude atau apalah itu namanya), gue bukan anaknya orang tajir (yang bisa pulang balik Indonesia-Jepang segampang minta ongkos naik angkot ke bokapnya), atau bukan okane-mochi sampai saat ini atau bisa dikatakan anak yang rajin yang IPKnya cumlaude dan SUDAH mendapat beasiswa.

Gue hanya anak yang terkadang rajin dan terkadang malas tapi serius kalau mengerjakan sesuatu yang ingin gue capai. IPK pun nggak cumlaude hanya berbekal “yang penting di atas 3.0” dan juga berbekal lebih dari 3 bahasa (tapi gue yakin dan pasti semua orang bisa). Gue bukan manusia yang bisa milih tempat kuliah gratis tinggal main tunjuk dan akhirnya gue bisa dapet beasiswa di situ.

Gue cuma orang yg berbekal “usaha”, sehingga saat gue akhirnya bisa kuliah di Tokyo Tech dan belum ada beasiswa, gue setelah berdiskusi dengan keluarga, akhirnya terbang dan sampai ke kota yang lebih kejam dari ibukota Indonesia ini.

Kalau dibilang nekat, agak kurang setuju sih karena gue udah mikir beratus-ratus kali dan akhirnya pergi juga, karena bagi orang seperti gue, Tokyo Tech itu semacam harvard, semacam MIT atau apalah itu. Dan kesempatan itu emang nggak dateng 2x. Yang dateng lebih dari 2x itu namanya rejeki. Tokyo tech itu mimpi gue dan ga ada pilihan lain.

Intinya untuk orang-orang yang punya mimpi, raihlah. Karena mimpi itu untuk diraih. The rests will follow. (Insya Allah)🙂

Gue akan menshare cara hidup hemat di Tokyo karena sampai saat itu gue bisa survive.

Penghasilan kerja sambilan gue dalam sebulan adalah 30.000-50.000 yen atau sekitar Rp3juta sampai 5 juta. Tapi sebenarnya biaya hidup di Tokyo untuk 1 bulan adalah lebih dari Rp.10juta. Dan okanemochi (sebutan gue untuk anak2 yg dapet beasiswa) itu punya penghasilan dari beasiswa sebesar lebih dari Rp.8juta untuk anak-anak pertukaran pelajar dan Rp14juta dari beasiswa kementrian pendidikan Jepang atau MEXT. Dan untuk anak-anak yang mendapat beasiswa dari perusahaan sebesar lebih dari Rp.17 juta.

hahah…gue bukan siapa-siapa di sini *sambil tertawa miris*

kembali ke bagaimana cara gue hidup.

1) Kerja sambilan (gue kerja seminggu lebih dari 14 jam atau 3-4x seminggu dan gaji gue per jam adalah 900-1000 yen atau sekitar Rp.100.000)

2) Kerja serabutan (ambil pekerjaan dari lembaga penerjemah atau bahkan kedutaan besar Indonesia di Tokyo seperti interpreter dll).

3) Hemat listrik dengan cara: tiap keluar rumah copot semua colokan yang ada di rumah entah itu colokan modem internet atau rice cooker. Gampang kalau pulang tinggal dicolok lagi.

4) Ambil barang hibahan atau barang yang akan dibuang dari PPI-Persatuan Pelajar Indonesia. (sampai sekarang 80% dari barang gue di apartemen adalah barang hibahan dan ga ada yang beli sampai gue tanya kalau di PPI ga ada barang yang ga dipake atau barang bekas orang pindah).

5) Kalau musim dingin mandi sekali sehari supaya hemat air (LOL).

6) Jangan sering-sering pakai air panas kalau bukan musim dingin biar hemat gas.

7) Jangan sering berfoya-foya kelayapan main atau karaoke kalau belum stres-stres amat.

8) Gunakan sepeda kalau jalan-jalan di sekitar rumah sampai kampus. (kereta di Tokyo mahal gue kalau nggak jalan-jalan nggak akan pakai kereta kecuali kalau jauh atau beda lebih dari 4 stasiun.)

9) Cari rumah deket kampus walaupun mahal kalau nggak jauh beda sama yang jarak jauh tapi keluar ongkos lebih baik rumah deket tapi ke kampus naik sepeda.

10) Masak. Setidaknya daripada makan di luar akan lebih hemat sekitar 2 kali lipat.

*tidak dianjurkan sih tapi kalau kepepet pinjam uang kepada orang yang dipercaya dan jangan lupa dikembalikan*

yang jelas uang apartemen sebanyak 50.000 yen masih dikirim dari rumah dan itu ingin gue hentikan sama sekali. Tapi pengunguman beasiswa yang baru aja gue daftarin belum keluar dan semoga bisa dapet beasiswa kali ini.

Inilah mengapa gue kerjaannya cuma ngenet dan nonton youtube karena di rumah internet gue gratis dan semua orang kalau weekend jalan-jalan atau makan di luar, gue hanya masak di rumah dan nunggu waktu buat kerja sambilan (baito).

Sering sih curhat ke nyokap, tapi nyokap selalu bilang, tujuan gue ke sini untuk belajar dan main sedikit-sedikit aja udah cukup🙂

kadang malu kalau ngeluh sama diri sendiri karena gue yang milih jalan ini untuk keluar dari rumah dan “berpetualang”. biarkanlah gue begini, insya Allah akan diluruskan jalannya *menghibur diri sendiri* LOL

tapi jangan salah…bukan gue nggak main sama sekali😉

gue main kok, gue belanja tapi semua pakai uang hasil kerja banting tulang baito gue.

Gue menyebut diri gue sebagai lucu-lucuan dengan kata “Bimbo” yang dalam bahasa Jepang berarti miskin. Gue bukan miskin hanya belum mendapat beasiswa aja.

Kita lihat sampai mana bimbo ini bisa bertahan🙂

next episode: wawancara beasiswa.

Reported live from Tokyo!

40 thoughts on “Cara Hidup di Tokyo Tanpa Beasiswa (bukan tanpa uang loh ya)

  1. Biasanya kalau saya lihat social media kawan saya yang kuliah di luar negeri dan dapet beasiswa itu isinya foto jalan-jalan semua. Sepertinya, ke luar negeri itu ga ada maknanya sama sekali kalau ga dipake jalan-jalan ke tempat keren yang pastinya cukup nguras duit juga.

    Salut baca artikel ini,
    ga semua mahasiswa yang kuliah di luar negeri itu dapet beasiswa dan bisa jalan-jalan sesuka hati.
    Justru hidup banting tulang inilah essensi dari menuntut ilmu ke luar negeri.
    Semoga, deachu sekolahnya sukses dan mendapat rejeki selama di perantauan😀
    Yang datang lebih dari 2X namanya rejeki kan?😀

    • Amiiiiinnn.🙂
      Baik sekali ya yusrizal membaca blog saya plus mendoakan.

      Anak2 yg ke luar negeri itu presentase mengupload foto sepertinya lebih tinggi daripada yg di dalam negeri . Hehe kalau saya dibilang sering jalan2 tapi itu sebenernya karena saya upload foto sekitaran rumah aja LOL padahal gak modal haha
      Ada juga yg jalan2 pake uang beasiswa🙂 ya begitulah kehidupan *mulai soktua*

      Terima kasih ya komennya bagus dan bikin saya semangat.

      Semoga bermanfaat postingan dari saya!

  2. Hi kak deachu !

    Proud of you, really T.T

    Smg jalannya dimudahkan Allah kak. InsyAllah saya nyusul ke Titech Oktober ini aamiin (masih proses). Mohon bimbingannya. Ngeblog terus ya kak. Karena tulisan bs jadi sangat membantu bberapa orang diluar sana. Ganbatte ne🙂

    • Halooo, little flower🙂
      Makasih udah baca blog aku🙂
      Semoga bikin semangat juga ya!!
      Aku doain semoga kamu bisa masuk Titech😉
      Pasti kamu anak ITB haha

      • Iya kak IGP(A). Now nominated.. tinggal pasrah saja dan berdoa saya bisanya nih

        I personally think it would be okay for you to become Edison.. he DID succeed after all🙂 Why don’t wait a little more time?😉 Ganbatte ne!

      • Yah seperti yg saya bilang…rejeki itu datang lebih dari sekali🙂 tinggal tunggu yg selanjutnya.insya Allah gpp

        Makasih ya

        Btw saya IGP C
        Kamu kalo udah dapet professor plus monbu bisalah pasti masuk

  3. Aamiin ya Allah! Dea juga semangat ya.
    *sepertinya kita seumuran hahaha I almost 24 too*

    Saya jg pernah gagal apply beasiswa, trus sekalinya datang rejeki wawancara ada 2 yg ngundang. Rejeki emang datengnya dobel2 ! Jangan brenti berdoa, ibaratnya merengek ke Allah tp tetap dgn usaha. Ga mgkn Allah tega kan?

    Dea blm pernah apply jasso atw jica scholarship? Ga full kayaknya, tp lumayan coba aja!

  4. very inspiring!!
    semangat de, bismillah.. semoga dimudahkan jalan hidupnya,
    dilancarkan juga dalam meraih cita citanya..
    :’)
    (jujur gw jadi merenung abis baca tulisan ini lho)

    • merenung kenapa slih?🙂

      alhamdulillah kalau menginspirasi semoga bisa membawa ke yg positif…sama doanya diaminin😉
      semoga masih dapet beassiwa sebelum lulus (T.T)
      semangat juga slih kuliahnya yaaa semoga lancar jaya hehe

  5. Hi, thank you buat artikel – nya.

    Salut buat resolusi hidupnya dan semoga lancar kuliahnya🙂

    Saya lagi dalam tahap mencoba mendapatkan kuliah S2 di Jepang juga, (hampir “give up” karena waktu habis buat pekerjaan di kantor :p) tapi tulisan kakak menginspirasi semangat saya. Keep fighting!

  6. Ga sengaja nemu blog ini pas lagi gugling…

    Yup saya setuju bgt, kuliah di luar negeri itu bukan untuk jalan-jalan. Padahal dulu mah saya pengen kuliah ke luar negeri buat jalan2, tapi pas dipikir2, kalau buat jalan2 mendingan jadi turis aja bukan buat sekolah.

    Akhirnya, ketemu juga motivasi lain untuk mau melanjutkan kuliah ke LN selain utk jalan-jalan.

    Saya salut banget sama perjuangannya nih.. kalau saya sih ga bakalan berangkat kalau ga ada duit beasiswa. Mantap bgt! Menjadi motivasi saya buat serius kuliah, kalau bener insya Allah jadi berangkat.

    Salam kenal! ^^

    • halo, terima kasih buat baca blog saya.

      iya ya mungkin kalau kuliah di luar negeri keliatannya banyak jalan2 tapi sebenernya usaha kita untuk adaptasi juga berkali2 lipat.

      semoga blog saya bisa memberikan inspirasi ya😀

  7. wooow anaknya maddog (greget) nih hehehe,, ane salut bro atas usaha ente,, moga2 dapat beasiswa ya,,ane juga mau kuliah di jepang, doakan ane juga bisa kuliah di jepang amin

  8. Hei salam kenal… Gilaaa kisah lu sama banget ama kisah yg sedang gw jalani. Kenalin. Nama gw dilla, mahasiswi kyushu university yg baru datang oktober (autumn ) ini dan tanpa beasiswa sama sekali.. Jadi gw tau banget apa yg lu rasain.. Bedanya gw blum sampe tahap pgmuman brapa bnyak kegagalan beasiswa yg bakal gw dapat nanti. Btw kisah lu inspiratif banget. Gw jadi semangat lagi…

    • Halo dilla🙂 thanks udah baca blog gue dan semoga bermanfaat. Dulu gue dapet beasiswa kok sampe s3 tapi karena gue ganti program ke s2 aja jadinya gue ga dapet. Gue dulu sempet dapet beasiswa (kuliah gratis) juga di kagoshima. Good luck ya buat lo di kyudai

  9. hai kakak…🙂
    sepertinya aku pengen jadikan kakak inspirasi,
    dan cara kakak juga bisa jadi alternativ,
    kakak masih d jepang kah?? bisa bertemu tidak? saya insyaAllah bulan spetember akan k jepang, dan masih ragu, sepertinya beasiswa saya hanya menanggung biaya asrama, biaya kuliah, dan memberikan uang saku 25.000 yen untuk makan,
    sepertinya masih butuh pengirirtaan hehe
    owh iya saya punya pertanyaan, kakak dapat alat” bekasnya dari mana ya??? katanya d PPI tidak ada, apa ada pasar yang jual barang bekas gitu kayak d insonesia,,
    arigato gozhaimashu

    btw, asal kakak dari mana?

  10. Nice Soob :3 Ini bisa Buat Motivasi saya Buat Sekolah Di Sana Soalnnya saya Sama Seperti Kamu😄 Kadang Males Kadang Rajin Gitulah Hidup saya Sama Seperti kamuu Dan Keluarga saya Bukan Keluarga Tajir Yg Bisa Minta Ini Itu :v tapi untungnnya saya masih ada waktu untuk memikirkan untuk saya bisa sekolah di jepang karena saya masih jadi pelajar SMA Tpi Saya Akan Tetap Berjuang Untuk Kesana YOOOSH GAMBARU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s