Hati-hati jaga agama

Hati-hati kalau belajar di luar negeri. Setahu gue ada 2 kemungkinan yg mempengaruhi agama kita kalau kita ke luar negeri: 1) lupa menunaikan ibadah , 2) jadi ekstrim mengenai agama kita sendiri. Walaupun nggak semuanya begitu, setidaknya dua contoh itu yg gue lihat di kehidupan gue sehari-hari.

Jepang bukan satu-satunya negara yang bisa membuat kita gampang melakukan “maksiat” contoh: bir di mana2 ada, apa-apa diajak minum, musholla jarang bikin gampang nggak solat jadi gampang lupa untuk ibadah. Di sisi lain, ada, orang yang takut dan antipati akan hal itu dan yang ada ikut perkumpulan agamanya masing-masing dan beberapa hanya mau ngumpul di situ-situ aja. Kadang kalau melihat orang sesama agamanya yang menurut dia beda, akan dikomentarin dengan skeptis. Tapi nggak semua begitu sih. Yang jelas supaya tetap pada agama kita masing-masing, hati-hati.

Gue mungkin nggak ada di 2 tipe di atas, tapi yang jelas gue nggak mau jadi orang yang tiba-tiba jadi nggak ada agamanya. Maka itu, gue bawa segala yang gue bisa pakai untuk beribadah ke sini. Saat di rumah, dibaca. Dan saat di kampus solat di musholla kecil di setiap atap di gedung. Kalau nggak ada ya di taman, bahkan temen gue pernah nyolatin disneyland 😊

Gue, mungkin ada di Jepang, tapi gue nggak perlu jadi orang Jepang, nggak perlu jadi orang Turki, nggak perlu jadi orang lain.

00241110-123437.jpg

If you know what I mean..

2 thoughts on “Hati-hati jaga agama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s