Kereta itu angkot

Saat ini gue sedang naik kereta menuju Suidobashi, Tokyo. Karena udah lama nggak update blog ini dan kebetulan udah install wordpress dari appstore, akhirnya gue mengupdate blog ini perdana dari ipong. Ngomong-ngomong tentang iphone, di Jepang iphone itu bukan barang mewah…nanti gue ceritain deh di postingan selanjutnya.

Ternyata gue udah satu tahun lebih tinggal di Jepang dan baru sekitar sebulan lebih ini tinggal di Tokyo. Kalau dulu di Kagoshima ke mana-mana naik sepeda, kalau di Tokyo angkotnya itu kereta.

00241108-211830.jpg

Di Tokyo biasanya kereta dibagi jadi 2 yaitu JR (Japan Railways) yang biasanya relnya di atas dan satu lagi adalah kereta bawah tanah (subway) namanya Tokyo Metro. Setelah gue amati ternyata tiket JR lebih murah dari Metro. Sebenernya masih banyak lagi kereta macam kereta express ke bandara, monorail, atau Shinkansen. Tapi menurut gue itu bukan angkot. Angkot adalah angkutan kota sehari-hari yang kita gunakan bukan?

00241108-212301.jpg

Sebenernya naik kereta di Tokyo itu gampang-gampang susah. Tapi kalau udah terbiasa, gampang. Dulu, hal yang gue takutin adalah naik kereta sendiri di Tokyo karena kalo liat jalurnya ribet dan keriting. Gue bingung saat orang Jepang seperti udah hapal semua jalur kereta dan jalannya kalau di stasiun cepet2 banget. Ternyata mereka mengandalkan aplikasi yang bernama JORUDAN jadi di situ kita bisa ngetik nama stasiun asal dan tujuan, langsung keluar biaya dan waktu keretanya jalan. Pantesan orang2 sini pake iphone atau smart phone semua.. Cerita berlanjut.

Saat gue memosting tulisan ini, gue sedang berada di kereta tujuan Shibuya ( mau cari kerja sambilan).
Untuk orang yang jalan2 di Tokyo, jangan takut nyasar kalau mau naik kereta. Caranya adalah:

1) pada saat sampai di stasiun kereta, ada banyak LINE nya jadi kita harus tau stasiun yang kita tuju ada di LINE mana atau jalur mana. Kalau udah kepepet tanya petugas (tapi belom tentu bisa bhs Inggris sih) atau baca peta jalur kereta (ada dalam bhs Inggris).

2) ke mesin penjual tiket. Di atas mesin ada petanya. Pertama kita coba liat di JR,kalau nggak ada jalurnya ganti ke Subway. Jangan salah beli tiket, misalnya beli tiket metro tapi masukin ke mesin JR pas kita mau masuk ke arah kereta. Nggak akan bisa. Jadi lihat ke atas terus..di situ ada tulisannya (JR atau Metro). Sebenernya di Jepang itu yg paling penting adalah MEMBACA. Dijamin nggak akan nyasar.

3) naik keretanya.
Lanjut ke posting selanjutnya.

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s