Tugas ke-2 Etika Enjiniring Saya

Pada hari Minggu, 20 Juli 2010, kelompok kami mengunjungi pasar pagi yang ada di Jalan Juanda, Depok.  Kegiatan pasar pagi ini dilaksanakan setiap minggu mulai pukul 07.00-12.00. Jalan Juanda merupakan kawasan percontohan tertib lalu lintas. Tidak seperti jalan-jalan lain di kota depok, Jalan Juanda termasuk jalan yang sepi pada hari-hari kerja dan sangat sedikit pedagang kaki lima yang berjualan. Akan tetapi, pada hari Minggu, kegiatan yang terlihat tidaklah seperti kegiatan yang dilakukan pada hari biasa. Kawasan percontohan lalu lintas ini menjadi sangat ramai dan di sepanjang pinggiran jalan banyak pedangang yang berjualan. Kawasan ini berubah seperti layaknya pasar.
Pada saat saya melihat keramaian pasar pagi ini, saya tidak merasa tersentuh sama sekali karena yang saya lihat hanyalah hiruk-pikuk orang-orang yang berbelanja dan ramainya kendaraan yang berlalu-lalang. Yang saya tidak habis pikir adalah, kawasan tertib lalu lintas ini sama sekali tidak seperti kawasan tertib lalu lintas. Jembatan saja dijadikan area parkir. Jalan mobil menjadi setengah bagian dari biasanya karena terlalu banyak orang yang berjualan dan berbelanja. Tadinya saya berpikir bahwa ada izin khusus dari pemerintah daerah setempat untuk melaksanakan kegiatan jual-beli di pasar pagi tersebut tapi nyatanya tidak begitu.
Dari wawancara yang berhasil kelompok kami dapatkan dari polisi yang mengawasi terlaksananya acara tersebut, beliau tidak menyebutkan bahwa ada izin khusus yang turun dari pemerintah daerah setempat. Saat kami menanyakan berbagai hal tentang pasar pagi tersebut, beliau terkesan menghindar dan takut salah bicara. Melihat polisi yang terkesan tidak dapat menjawab mengapa kegiatan pasar pagi dilakukan di kawasan tertib lalu lintas, saya berpikir kegiatan ini terjadi begitu saja karena adanya kebiasaan rutin yang dilakukan masyarakat, seperti adanya kegiatan jual-beli tersebut. Petugas polisi yang datang berpatroli di pasar pagi tersebut datang dengan mobil patroli dan menghimbau agar kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan tertib. Mungkin, hal yang baik yang dilakukan polisi pada saat itu adalah adanya layanan pembuatan SIM. Akan tetapi, setelah saya pikir-pikir lagi, hal ini merupakan hal yang kontras. Dalam menyikapi hal ini, polisi seharusnya menertibkan pedagang di pasar pagi tersebut karena kegiatan jual-beli ini dilakukan di kawasan tertib lalu lintas. Di lain pihak, dengan memberikan layanan SIM  yang memudahkan masyarakat, polisi seakan ikut serta dalam kegiatan pasar pagi ini.

bersambung ke atas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s