Pasar Pagi di Jalan Juanda Depok

Kemudian, kami juga sempat melakukan wawancara kepada pedagang kaki lima yang berjualan di area tersebut. Sudah dua pedagang kaki lima yang kami tanyai perihal perizinan yang terkait dengan dilaksanakannya kegiatan jual beli tersebut dan jawaban mereka sama. Perizinan dilakukan dengan berbicara kepada satpam komplek perumahan setempat dan member sejumlah uang untuk sewa tempat. Sewa tempatnya setiap bulan adalah Rp5000,00 belum termasuk uang keamanan dan kebersihan. Pedagang akan maendapatkan tempat berjualan yang sama setiap minggunya jadi pedagang tidak perlu khawatir tempatnya berjualan diambil alih oleh pedagang lain.

Sangat disayangkan, pada saat saya mengamati berjalannya pasar pagi ini, saya melihat banyak pelanggaran etika, terutama etika berlalu lintas. Di kawasan percontohan lalu lintas, seharusnya pengendara kendaraan bermotor memakai helm saat berkendara. Akan tetapi, yang saya lihat adalah banyaknya pengendara motor yang tidak memakai helm. Kemudian, banyak pengendara mobil dan motor yang melanggar rambu lalu lintas. Contohnya, pada daerah yang diberi tanda “dilarang berbalik arah” banyak pengemudi yang berbalik arah. Sehingga, terjadilah kemacetan yang tidak dapat dihindari. Yang saya lihat adalah metromini yang berbalik arah tidak pada tempatnya. Hal ini mengakibatkan, jalan yang ramai dan sesak oleh masyarakat menjadi lebih macet lagi dari sebelumnya. Kemudian, saya melihat adanya oknum yang meminta barang dagangan dengan paksa (sebut saja “preman”). Ini sangat menyalahi etika, melihat adanya petugas polisi dan satpol PP yang bertugas, petugas keamanan tersebut tampak tidak melakukan tugasnya dengan optimal.

Di antara kegiatan masyarakat yang saya lihat, menurut saya tindakan yang paling beretika adalah tindakan petugas kebersihan yang dengan teliti membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh para pedagang. Pada pukul 14.00 jalanan sudah kembali bersih. Ini adalah hasil kerja dari petugas kebersihan yang menjalankan kewajibannya dengan baik. Pedagang hanya membereskan kios dan barang dagangannya saja, sampahnya malah dibiarkan. Sebenarnya tempat sampah juga disediakan tapi jumlahnya sangat kurang dan tidak diletakkan di tempat-tempat yang strategis. Ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sampah dibuang sembarangan oleh pengunjung dan pedagang.

Melihat pasar pagi tersebut, saya berharap bahwa Pemerintah Daerah Depok harusnya membuat UU tertulis mengenai kegiatan tersebut. Kemudian, polisi dan petugas satpol PP diharapkan dapat mengatur berjalannya kegiatan ini dengan optimal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s